Halaman

Kamis, 31 Mei 2012

Tugas Fistan- Defisiensi Unsur Hara

Tugas Fisiologi Tanaman
Defisiensi  Unsur  Hara
 



Kelompok 5

Disusun oleh :
1.     Akhmad Bustamil           (20110210049)
2.     Inayatul Lutfi                 (20110210047)
3.     Novanda Agung Kurnia (20110210001)
4.     Rifqi Khoirul Anam       (20110210009)

Program Studi Agroteknologi
Fakultas Pertanian
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
2012

Teknologi Bahan Tanam-benih


disusun oleh: Akhmad Bustamil

A.    Pengeringan Benih
Benih yang baru diambil biasanya masih mengandung kadar air yang masih tinggi (masak fisiologis). Pengeringan benih dilakukan selain untuk membatasi respirasi dan timbulnya “hot spot” selama penyimpanan (tempat-tempat panas dalam massa benih), dan mencegah serangan mikroorganisme, juga untuk alasan-alasan lain seperti:
a.       Beberapa jenis benih mengalami kerusakan mekanis selama penanganan (handling), prosessing, dan pembersihan bila kadar airnya tingggi,
b.      Bila pada benih dilakukan fumigasi pada kadar air yang tinggi akan membahayakan benih,
c.       Benih yang lembab mudah menggumpal, ini dapat menyulitkan pemakaian mesin prosessing.
Dasar pengeringan benih ialah evaporasi dari air. Benih itu material yang higroskopis, dengan struktur yang kompleks dan heterogen.  Air merupakan bagian yang fundamental, didapatkan di mana-mana dalam benih. Karena higroskopis kadar airnya tergantung pada lembab nisbi dan suhu udara.  Faktor yang sangat menentukan dalam hal ini ialah tekanan uap dalam benih dan dalam udara sekeliling (Harrington, 1972). 

Organic farming


 disusun oleh: Akhmad Bustamil

Organic Farming (Pertanian Organik)
Pertanian organik merupakan sebuah bentuk dari pertanian yang mana didalamnya melarang dalam penggunaan pupuk buatan, pestisida buatan, zat pengatur buatan, polusi yang ditimbulkan oleh kotoran ternak maupun dari tanaman hasil persilangan atau tanaman yang sudah direkayasa. Banyak perbedaan tentang standar pertanian organik ini. Jika di Indonesia sendiri hamya masih bertolak pada pupuk dan pestisida kimia atau buatan, sedangkan sangat berbeda standar internasional yang sudah menggunakan standar sampai tanaman rekayasa.

Tugas Fistan-Karbohidrat


 Disusun oleh : Akhmad Bustamil
KARBOHIDRAT
             
            Karbohidrat adalah segolongan besar senyawa organik yang paling melimpah di bumi. Karbohidrat memiliki berbagai fungsi dalam tubuh makhluk hidup, terutama sebagai bahan bakar (misalnya glukosa), cadangan makanan (misalnya pati pada tumbuhan dan glikogen pada hewan), dan materi pembangun (misalnya selulosa pada tumbuhan, kitin pada hewan dan jamur). Pada proses fotosintesis, tetumbuhan hijau mengubah karbon dioksida menjadi karbohidrat.

Tugas Fistan- Respirasi pada Tumbuhan


disusun oleh: Akhmad Bustamil
            Semua sel aktif terus menerus melakukan respirasi, sering menyerap O2 dan melepaskan CO2 dalam volume yang sama. Namun seperti kita ketahui, respirasi lebih dari sekadar pertukaran gas secara sederhana. Proses keseluruhan merupakan reaksi oksidasi-reduksi, yaitu senyawa dioksidasi menjadi CO2 dan O2 yang diserap direduksi menjadi H2O, Pati, fruktan, sukrosa, atau gula yang lainnya, lemak, asam organik, bahkan protein dapat bertindak sebagai substrat respirasi. (Salisbury & Ross, 1995).
            Jika gula heksosa diambil sebagai bahan bakar dan pembakaran iu memerluka oksigen bebas, maka reaksi keseluruhannya dapat dituliskan sebagai berikut:
C6H12O6 + 6 O2  ------------>   6 CO2 + 6 H2O + energi *
*) sebagian besar energi yang dilepas selama respirasi kira-kira 2870 kJ atau 686 kcal. Sumber lain mengatakan 675 kal.(Dwidjoseputro,1994)

Tugas Fisiologi Tanaman- Hormon Tumbuhan


Disusun oleh : Akhmad Bustamil

Fitohormon (Hormon Tumbuhan)
            Fitohormon adalah sekumpulan senyawa organik bukan hara (nutrien), baik yang terbentuk secara alami maupun dibuat oleh manusia, yang dalam kadar sangat kecil (di bawah satu milimol per liter, bahkan dapat hanya satu mikromol per liter) mendorong, menghambat, atau mengubah pertumbuhan, perkembangan, dan pergerakan (taksis) tumbuhan. Hormon, vitamin dan enzim sangat erat sekali jika dihubungkan dengan fisiologi tumbuhan. Ketiganya ini sering disebut dengan Ergon yang berarti “pekerjaan”. Memang ktiga zat itu mempunyai fungsi (pekerjaan) tertentu dalam proses-proses biologi.  Kesamaan lain terdapat diantara ketiga zat tersebut ialah bahwa zat organik yang bhanaya dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit benar namun jumlah yang sedikit itulah yang dapat menentukan berlangsungnya suatu proses fisiologi.